Membentuk Karakter yang Berkenan kepada Allah
Catatan:
Poin-poin berikut merupakan salah satu bagian yang disampaikan oleh Pdt. Dr. Stephen
Tong dalam Sidang Sinode GRII pada Desember 2011, yang menekankan pentingnya
pembentukan mentalitas dalam kehidupan dan pelayanan Reformed Injili.
- Mentalitas Orang Sempurna
Menuntut kesempurnaan dengan kerendahan hati.
Orang percaya dipanggil untuk mengejar standar Allah, namun tetap sadar akan kelemahan
diri.
Bukan perfeksionisme yang sombong, tetapi kesungguhan yang rendah hati.

- Mentalitas Universal
Berbicara hal besar yang kekal dan menjangkau semua lapisan.
Orang Reformed Injili tidak terjebak dalam hal-hal kecil, tetapi berfokus pada:
• Kerajaan Allah
• Kebenaran yang kekal
• Pemikiran yang bermutu

- Mentalitas Pemimpin (Leader)
Pemimpin yang sejati adalah teladan.
Ciri-cirinya:
• Hidup yang konsisten
• Hati yang luas
• Setia, jujur, dan tulus
Kepemimpinan bukan soal posisi, tetapi karakter.

- Mentalitas Nabi
Mengerti isi hati Tuhan dan kebutuhan manusia.
Seorang pelayan Tuhan harus:
• Mendengar Firman dengan setia
• Menyampaikan dengan relevan
Kebenaran tanpa relevansi menjadi kering, relevansi tanpa kebenaran menjadi kompromi.

- Mentalitas Progresif
Terus bertumbuh dan diperbarui.
Reformed berarti terus direformasi.
Tidak berhenti belajar, tidak puas diri, dan terus berkembang dalam pengenalan akan Tuhan.

- Mentalitas Gentlemen
Menuntut diri sendiri, bukan orang lain.
Orang yang dewasa:
• Tidak fokus pada untung rugi
• Tidak cepat menyalahkan
• Lebih menguji diri sendiri

- Mentalitas Bapak dan Ibu
Tegas dalam kebenaran, lembut dalam kasih.
Pelayanan yang sehat menggabungkan:
• Ketegasan (kebenaran & keadilan)
• Kelembutan (kasih & pengertian)

- Mentalitas Raja
Berkuasa dan bijaksana.
Orang percaya dipanggil untuk:
• Menguasai diri
• Memimpin dengan hikmat
• Mengambil keputusan dengan tanggung jawab

- Mentalitas Positif dan Optimis
Bersandar penuh kepada Tuhan.
Optimisme Kristen bukan berdasarkan keadaan, tetapi pada:
• Kedaulatan Allah
• Kesetiaan Tuhan
Karena itu, kita tetap berharap dan setia, bahkan di tengah kesulitan.
Penutup:
Mentalitas Reformed Injili bukan sekadar konsep, tetapi panggilan hidup.
Dari mentalitas yang benar, akan lahir:
• Pelayanan yang setia
• Kehidupan yang berkenan kepada Allah
• Kesaksian yang berdampak bagi dunia
Tuhan tidak hanya mencari orang yang melayani dengan benar, tetapi orang yang
memiliki mentalitas yang benar.
“Ecclesia Reformata, Semper Reformanda — Gereja yang telah direformasi harus terus
direformasi menurut Firman Tuhan.”